Desainkalender.com Berikut ini adalah tampilan kalender pranoto mongso jawa online / jowo untuk tahun 2026, untuk mengetahui update hari ini, cek tanggal yang di higlight, atau warna kuning. Dimana untuk tampilan kalender mongso ini, dilengkapi dengan hari pasaran jawa di setiap tanggalnya sesuai dengan kalender jawa. Dimana kalender petani jawa ini, dikembangkan olek kami karena ada beberapa pertanyaan dari beberapa user kami, salah satunya ( mongso 8 2026,2027, 2028 dst jatuh pada tanggal ? )
Mongso 8 - Kawolu
26 HariKeadaan Alam: Jarang Hujan,Angin Barat Daya
Hama Berkembang: Uret, Trips, Penggerek Batang
Pekerjaan Petani: Olah tanah sawah.
Mongso 9 - Kasanga
25 HariKeadaan Alam: Jarang Hujan,Angin dari Selatan
Hama Berkembang: Belalang, Walang Sangit
Pekerjaan Petani: Panen padi.
Mongso 10 - Kadasa
24 HariKeadaan Alam: Mareng,Angin dari Timur Laut
Hama Berkembang: Belalang, Penyakit Daun, Penggerek Batang
Pekerjaan Petani: Rawat tanaman.
Mongso 11 - Dhesta
23 HariKeadaan Alam: Mareng,Angin dari Timur Laut
Hama Berkembang: Belalang, Kutu, Wereng
Pekerjaan Petani: Tanam Kacang-kacangan
Mongso 12 - Sadha
41 HariKeadaan Alam: Kemarau,Angin dari Timur Laut
Hama Berkembang: Ulat, Kutu, Kepik,Penyakit
Pekerjaan Petani: Sawah Bero
Mongso 1 - Kasa
41 HariKeadaan Alam: Kemarau,Angin dari Timur Laut
Hama Berkembang: Kepinding tanah,Kepik Hijau, Belalang
Pekerjaan Petani: Olah tanah & tanam palawija.
Mongso 2 - Karo
23 HariKeadaan Alam: Kemarau,Angin dari Utara
Hama Berkembang: Kepinding tanah,Kepik Hijau, Belalang
Pekerjaan Petani: Menyiapkan Padi Gogo
Mongso 3 - Katelu
24 HariKeadaan Alam: Kemarau,Angin dari Timur Laut
Hama Berkembang: Kutu, Ulat
Pekerjaan Petani: Tanam padi gogo.
Mongso 4 - Kapat
25 HariKeadaan Alam: Hujan mulai turun,Angin Barat Laut
Hama Berkembang: Walang Sangir,Kepik HIjau, Tikus
Pekerjaan Petani: Tanam Padi Umur Pendek
Mongso 5 - Kalima
27 HariKeadaan Alam: Musim Penghujan,Angin Barat Laut
Hama Berkembang: Tikus, Shonte, Puthul
Pekerjaan Petani: Tanam Padi Umur Pendek
Mongso 6 - Kanem
43 HariKeadaan Alam: Musim Penghujan,Angin Barat Laut
Hama Berkembang: Tikus, Ulat Jati,Ulat Besi, Burung
Pekerjaan Petani: Perawatan padi.
Mongso 7 - Kapitu
43 HariKeadaan Alam: Banyak hujan,Angin Kencang
Hama Berkembang: Trips, Walang Sangit,Penggerek Batang
Pekerjaan Petani: Perbaikan alat bertani.
Kalender Pranoto Mongso: Pengertian dan Sejarah
Kalender Pranoto Mongso, sering juga disebut kalender petani atau pranata mangsa, adalah sistem penanggalan tradisional yang digunakan masyarakat agraris terutama di Jawa untuk mengatur kegiatan pertanian berdasarkan musim dan perubahan alam. Nama “Pranoto Mongso” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti aturan atau penetapan musim. Ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang menghubungkan waktu dengan keadaan alam seperti hujan, panas, angin, perilaku hewan dan pertumbuhan tanaman.
Sistem ini telah dikenal turun-temurun di kalangan petani dan nelayan, dan secara resmi dibakukan pada abad ke-19 oleh penguasa keraton Surakarta agar bisa menjadi pedoman praktis dalam kegiatan bertani, berdagang bahkan administrasi pemerintahan pada masa lalu.

Struktur Kalender Pranoto Mongso
Dalam kalender ini, satu tahun dibagi menjadi 12 mongso (musim) yang masing-masing memiliki ciri cuaca, pertumbuhan alam, serta tugas petani yang khas. Periode mongso ini tidak persis mengikuti kalender Masehi, tetapi terkait dengan perputaran matahari dan perubahan musim yang dirasakan secara empiris petani.
Berikut tabel ringkas 12 mongso beserta karakteristik utamanya:
| No | Nama Mongso | Periode (sekitar) | Karakteristik Alam | Kegiatan Petani |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kasa | 22 Jun – 1 Ags | Kemarau, angin timur laut | Mengolah tanah palawija |
| 2 | Karo | 2 Ags – 24 Ags | Panas, tanah retak | Siapkan padi gogo |
| 3 | Ketiga | 25 Ags – 17 Sep | Kemarau berkurang | Tanam padi gogo |
| 4 | Kapat | 18 Sep – 12 Okt | Hujan mulai turun | Tanam padi umur pendek |
| 5 | Kalima | 13 Okt – 8 Nov | Musim hujan awal | Betulkan sawah, pengairan |
| 6 | Kanem | 9 Nov – 21 Des | Hujan lebat | Mulai pembibitan |
| 7 | Kapitu | 22 Des – 2 Feb | Hujan deras | Perbaikan alat/waspada hama |
| 8 | Kawolu | 3 Feb – 28/29 Feb | Jarang hujan | Olah tanah sawah |
| 9 | Kasongo | 1 Mar – 25 Mar | Hujan berkurang | Musim tanam padi |
| 10 | Kasadasa | 26 Mar – 18 Apr | Hujan berangsur pergi | Rawat tanaman padi |
| 11 | Desta | 19 Apr – 11 Mei | Mulai kering | Tanam kacang-kacangan |
| 12 | Sadha | 12 Mei – 21 Jun | Kemarau kembali | Jemur padi, panen |
Catatan: Tanggal-tanggal di atas bersifat tradisional dan bisa sedikit berbeda tergantung tradisi lokal dan kondisi iklim setempat.
Makna dan Manfaat Kalender Pranoto Mongso
Kalender ini bukan sekadar urutan tanggal, tetapi pedoman hidup masyarakat agraris. Beberapa kegunaan utamanya antara lain:
1. Penentuan Waktu Tanam dan Panen
Petani dapat mengetahui waktu terbaik untuk menanam padi, palawija, kacang-kacangan dan tanaman lain sesuai kondisi musim alami.
2. Antisipasi Cuaca dan Hama
Mongso tertentu menunjukkan tanda hujan deras, kekeringan, maupun musim penyakit atau hama perkembangan tertentu, sehingga petani bisa bersiap lebih awal.
3. Menjaga Produktivitas Pertanian
Dengan mengetahui periode pertumbuhan dan perawatan tanaman yang tepat, produktivitas pertanian dapat meningkat dan risiko gagal panen dapat dikurangi.
4. Warisan Budaya dan Pengetahuan Lokal
Sebagai bagian dari budaya Jawa, pranoto mongso mengajarkan hubungan harmonis antara manusia dan alam yang selama ribuan tahun diwariskan secara turun-temurun.
Beberapa Istilah Penting
Berikut istilah-istilah yang sering dijumpai dalam pembahasan kalender ini:
- Pranoto Mongso / Pranata Mangsa – Sistem penentuan musim dan kegiatan pertanian berdasarkan perubahan alam.
- Mangsa – Periode musim dalam satu tahun kalender petani.
- Kemarau/Jerami – Masa kering tanpa hujan di beberapa mongso awal dan akhir.
- Masa Rendeng – Istilah untuk musim hujan lebat (mencakup beberapa mongso seperti kanem dan kapitu).
- Padi Gogo / Padi Sawah – Metode tanam padi yang disesuaikan dengan musim dan ketersediaan air.
Kesimpulan
Kalender Pranoto Mongso adalah sebuah sistem penanggalan agraris tradisional yang kaya akan observasi ilmiah alam dan budaya. Ia membantu petani merencanakan seluruh siklus pertanian — mulai dari pengolahan tanah, penanaman, perawatan, hingga panen — tanpa mengabaikan perubahan cuaca dan perilaku alam. Walaupun zaman kini menawarkan teknologi modern, kearifan lokal ini tetap relevan dan sering digunakan sebagai acuan tradisional oleh masyarakat desa di Jawa dan sekitarnya.