#6 Kalender Jawa Juni 2026

Desainkalender.com – Berikut adalah daftar kalender jawa juni 2026, dimana tanggal Jawa (tanggal Jawa + pasaran) untuk setiap tanggal di bulan Juni 2026 dalam penanggalan Jawa (tahun 1959–1960 Jawa):

Minggu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
1
15 Besar | Wage
Wuku Julungwangi
Mongso Sada
15-Dzulhijjah-1447 H
2
16 Besar | Kliwon
Wuku Julungwangi
Mongso Sada
16-Dzulhijjah-1447 H
3
17 Besar | Legi
Wuku Julungwangi
Mongso Sada
17-Dzulhijjah-1447 H
4
18 Besar | Pahing
Wuku Julungwangi
Mongso Sada
18-Dzulhijjah-1447 H
5
19 Besar | Pon
Wuku Julungwangi
Mongso Sada
19-Dzulhijjah-1447 H
6
20 Besar | Wage
Wuku Julungwangi
Mongso Sada
20-Dzulhijjah-1447 H
7
21 Besar | Kliwon
Wuku Sungsang
Mongso Sada
21-Dzulhijjah-1447 H
8
22 Besar | Legi
Wuku Sungsang
Mongso Sada
22-Dzulhijjah-1447 H
9
23 Besar | Pahing
Wuku Sungsang
Mongso Sada
23-Dzulhijjah-1447 H
10
24 Besar | Pon
Wuku Sungsang
Mongso Sada
24-Dzulhijjah-1447 H
11
25 Besar | Wage
Wuku Sungsang
Mongso Sada
25-Dzulhijjah-1447 H
12
26 Besar | Kliwon
Wuku Sungsang
Mongso Sada
26-Dzulhijjah-1447 H
13
27 Besar | Legi
Wuku Sungsang
Mongso Sada
27-Dzulhijjah-1447 H
14
28 Besar | Pahing
Wuku Galungan
Mongso Sada
28-Dzulhijjah-1447 H
15
29 Besar | Pon
Wuku Galungan
Mongso Sada
29-Dzulhijjah-1447 H
16
1 Sura | Wage
Wuku Galungan
Mongso Sada
30-Dzulhijjah-1447 H
17
2 Sura | Kliwon
Wuku Galungan
Mongso Sada
1-Muharram-1448 H
18
3 Sura | Legi
Wuku Galungan
Mongso Sada
2-Muharram-1448 H
19
4 Sura | Pahing
Wuku Galungan
Mongso Sada
3-Muharram-1448 H
20
5 Sura | Pon
Wuku Galungan
Mongso Sada
4-Muharram-1448 H
21
6 Sura | Wage
Wuku Kuningan
Mongso Sada
5-Muharram-1448 H
22
7 Sura | Kliwon
Wuku Kuningan
Mongso Kasa
6-Muharram-1448 H
23
8 Sura | Legi
Wuku Kuningan
Mongso Kasa
7-Muharram-1448 H
24
9 Sura | Pahing
Wuku Kuningan
Mongso Kasa
8-Muharram-1448 H
25
10 Sura | Pon
Wuku Kuningan
Mongso Kasa
9-Muharram-1448 H
26
11 Sura | Wage
Wuku Kuningan
Mongso Kasa
10-Muharram-1448 H
27
12 Sura | Kliwon
Wuku Kuningan
Mongso Kasa
11-Muharram-1448 H
28
13 Sura | Legi
Wuku Langkir
Mongso Kasa
12-Muharram-1448 H
29
14 Sura | Pahing
Wuku Langkir
Mongso Kasa
13-Muharram-1448 H
30
15 Sura | Pon
Wuku Langkir
Mongso Kasa
14-Muharram-1448 H

📅 Kalender Jawa — Juni 2026
Berikut adalah daftar tanggal Jawa (tanggal Jawa + pasaran) untuk setiap tanggal di bulan Juni 2026 dalam penanggalan Jawa (tahun 1959–1960 Jawa):

Tanggal MasehiTanggal JawaWeton (Hari + Pasaran)
1 Juni 202615 Besar 1959 JaSenin Wage
2 Juni 202616 Besar 1959 JaSelasa Kliwon
3 Juni 202617 Besar 1959 JaRabu Legi
4 Juni 202618 Besar 1959 JaKamis Pahing
5 Juni 202619 Besar 1959 JaJumat Pon
6 Juni 202620 Besar 1959 JaSabtu Wage
7 Juni 202621 Besar 1959 JaMinggu Kliwon
8 Juni 202622 Besar 1959 JaSenin Legi
9 Juni 202623 Besar 1959 JaSelasa Pahing
10 Juni 202624 Besar 1959 JaRabu Pon
11 Juni 202625 Besar 1959 JaKamis Wage
12 Juni 202626 Besar 1959 JaJumat Kliwon
13 Juni 202627 Besar 1959 JaSabtu Legi
14 Juni 202628 Besar 1959 JaMinggu Pahing
15 Juni 202629 Besar 1959 JaSenin Pon
16 Juni 202630 Besar 1959 JaSelasa Wage
17 Juni 20261 Sura 1960 JaRabu Kliwon
18 Juni 20262 Sura 1960 JaKamis Legi
19 Juni 20263 Sura 1960 JaJumat Pahing
20 Juni 20264 Sura 1960 JaSabtu Pon
21 Juni 20265 Sura 1960 JaMinggu Wage
22 Juni 20266 Sura 1960 JaSenin Kliwon
23 Juni 20267 Sura 1960 JaSelasa Legi
24 Juni 20268 Sura 1960 JaRabu Pahing
25 Juni 20269 Sura 1960 JaKamis Pon
26 Juni 202610 Sura 1960 JaJumat Wage
27 Juni 202611 Sura 1960 JaSabtu Kliwon
28 Juni 202612 Sura 1960 JaMinggu Legi
29 Juni 202613 Sura 1960 JaSenin Pahing
30 Juni 202614 Sura 1960 JaSelasa Pon

📌 Catatan penting:

  • Bulan Juni 2026 di kalender Jawa dimulai pada 15 Besar 1959 Ja dan pada pertengahan bulan berubah menjadi bulan Sura 1960 Ja (bulan pertama dalam kalender Jawa).
  • Weton adalah hasil gabungan siklus 7 hari (Senin–Minggu) dan siklus pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
  • Kalender ini sering digunakan dalam tradisi Jawa untuk menentukan hari baik, perhitungan weton lahir, dan kegiatan adat atau spiritual.

Kalender Jawa

Kalender Jawa adalah sistem penanggalan unik yang diciptakan Sultan Agung (Kerajaan Mataram Islam) pada 1633 M, memadukan kalender Hijriah (bulan), Saka (matahari), dan Jawa lokal. Kalender ini digunakan untuk menentukan hari baik (pernikahan/hajat), perwatakan, dan peruntungan, berbasis kombinasi siklus mingguan (padinan) dan 5 hari pasaran.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai kalender Jawa:

  • Perpaduan Dua Sistem (Lunisolar): Kalender Jawa unik karena menggabungkan pergerakan bulan terhadap bumi dan bumi mengelilingi matahari.
  • Siklus Hari & Pasaran:
    • Padinan (7 hari): Senin, Selasa, Rabu, Kami, Jumat, Sabtu,Minggu.
    • Pasaran (5 hari): Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon.
  • Weton: Kombinasi hari (padinan) dan pasaran menghasilkan hari kelahiran atau weton yang sering digunakan untuk meramal perwatakan dan kecocokan.
  • Nama Bulan (Siklus 12 bulan): Suro, Sapar, Mulud, Bakdo Mulud, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rejeb, Ruwah, Poso, Sawal, Dzulqoidah, dan Besar.
  • Istilah Lain: Mengenal juga Windu (siklus 8 tahun), Kurup (120 tahun), dan Pranatamangsa (penanggalan berbasis musim untuk pertanian).
Kalender jawa juni 2026 desainkalender.com
Kalender jawa juni 2026 desainkalender.com

Siklus Neptu dan Hari Pasaran Jawa

Neptu hari dan pasaran Jawa adalah sistem penjumlahan nilai hari dalam kalender Jawa yang digunakan untuk berbagai keperluan tradisional, seperti menentukan hari baik (weton), kecocokan jodoh, hari selametan , memulai bisnis, jual beli dan waktu penting lainnya.

Dalam penanggalan Jawa ada dua siklus:

  1. Hari (7 harian): Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu.
  2. Pasaran (5 harian): Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon.

Masing-masing memiliki nilai angka (neptu):

Neptu Hari:

  • Minggu = 5
  • Senin = 4
  • Selasa = 3
  • Rabu = 7
  • Kamis = 8
  • Jumat = 6
  • Sabtu = 9

Neptu Pasaran:

  • Legi = 5
  • Pahing = 9
  • Pon = 7
  • Wage = 4
  • Kliwon = 8

Neptu seseorang dihitung dengan menjumlahkan nilai hari dan pasarannya saat ia lahir (disebut weton). Hasil penjumlahan ini dipercaya memiliki makna tertentu menurut tradisi Jawa.

Wuku dalam penanggalan Jawa

Wuku dalam penanggalan Jawa adalah siklus pekan tradisional yang berlangsung selama 30 wuku, masing-masing berdurasi 7 hari, sehingga satu siklus wuku berjumlah 210 hari. Sistem ini berasal dari tradisi Hindu-Jawa dan masih digunakan untuk menentukan hari baik, perhitungan weton, serta keperluan adat dan spiritual dalam budaya Jawa dan Bali.

Nama-nama 30 Wuku:

  1. Sinta
  2. Landep
  3. Wukir
  4. Kurantil
  5. Tolu
  6. Gumbreg
  7. Warigalit
  8. Warigagung
  9. Julungwangi
  10. Sungsang
  11. Galungan
  12. Kuningan
  13. Langkir
  14. Mandasiya
  15. Julungpujut
  16. Pahang
  17. Kuruwelut
  18. Marakeh
  19. Tambir
  20. Medangkungan
  21. Maktal
  22. Wuye
  23. Manahil
  24. Prangbakat
  25. Bala
  26. Wugu
  27. Wayang
  28. Kulawu
  29. Dukut
  30. Watugunung

Setelah wuku ke-30 (Watugunung), siklus kembali lagi ke wuku pertama (Sinta). Sistem wuku ini juga dikenal dalam kalender Bali dan masih dipakai dalam perhitungan hari raya tradisional seperti Galungan dan Kuningan.

Mongso dalam Penanggalan Jawa

Mongso (mangsa) adalah sistem penanggalan musim dalam tradisi Jawa yang membagi satu tahun menjadi 12 musim berdasarkan peredaran matahari (kalender surya). Sistem ini dikenal sebagai Pranata Mangsa dan secara historis dibakukan pada masa Sunan Pakubuwana VII di Surakarta pada abad ke-19. Mongso terutama digunakan sebagai pedoman pertanian tradisional untuk membaca tanda-tanda alam, menentukan waktu tanam, dan memprediksi pola hujan–kemarau.

Satu siklus mongso berlangsung sekitar 365 hari dan biasanya dimulai sekitar 22 Juni (mangsa Kasa). Tanggalnya bisa sedikit bergeser mengikuti tahun kabisat dan penyesuaian kalender.


Siklus 12 Mongso (Pranata Mangsa)

Berikut urutan lengkap mongso beserta perkiraan rentang tanggal Masehi dan lamanya hari:

  1. Kasa (± 22 Juni – 1 Agustus) — 41 hari
  2. Karo (± 2 Agustus – 24 Agustus) — 23 hari
  3. Katelu (± 25 Agustus – 17 September) — 24 hari
  4. Kapat (± 18 September – 12 Oktober) — 25 hari
  5. Kalima (± 13 Oktober – 8 November) — 27 hari
  6. Kanem (± 9 November – 21 Desember) — 43 hari
  7. Kapitu (± 22 Desember – 2 Februari) — 43 hari
  8. Kawolu (± 3 Februari – 28 Februari) — 26 hari
  9. Kasanga (± 1 Maret – 25 Maret) — 25 hari
  10. Kadasa (± 26 Maret – 18 April) — 24 hari
  11. Dhesta (± 19 April – 11 Mei) — 23 hari
  12. Sadha (± 12 Mei – 21 Juni) — 41 hari

Setelah Sadha, siklus kembali ke Kasa.


Pola Musim dalam Mongso

Secara umum, mongso menggambarkan peralihan musim sebagai berikut:

  • Kasa–Katelu → puncak kemarau (tanah retak, daun berguguran)
  • Kapat–Kalima → pancaroba (tanda-tanda hujan mulai datang)
  • Kanem–Kapitu → musim hujan (curah hujan tinggi)
  • Kawolu–Kasanga → hujan mulai berkurang
  • Kadasa–Sadha → kemarau kembali datang

Namun, dalam praktik modern, pola ini bisa berubah akibat perubahan iklim.


Contoh Penerapan Mongso

1. Pertanian Tradisional

Petani Jawa menggunakan mongso untuk menentukan waktu tanam:

  • Kalima–Kanem: mulai mengolah sawah karena hujan turun.
  • Kapitu: masa subur untuk padi karena air melimpah.
  • Kasanga–Kadasa: panen padi.
  • Kasa–Karo: cocok untuk palawija (jagung, ketela) saat kemarau.

2. Perikanan & Kelautan

Nelayan tradisional membaca mongso untuk memperkirakan arah angin dan gelombang, terutama saat peralihan kemarau–hujan.

3. Budaya & Filosofi

Mongso juga memiliki makna simbolik tentang siklus kehidupan: masa kering (ujian), masa hujan (kesuburan), dan peralihan (perubahan). Ini mencerminkan harmoni manusia dengan alam.

Mongso dalam penanggalan Jawa adalah sistem musim berbasis peredaran matahari yang membagi tahun menjadi 12 bagian dengan karakter alam tertentu. Selain menjadi pedoman pertanian tradisional, mongso juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Jawa dalam membaca tanda-tanda alam dan menjaga keseimbangan hidup.